Haneya : Al-Aqsha Garis Merah, Tanpanya Hancurlah Ruh Kaum Muslimin Sedunia

Gaza-Infopalestina : Pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya khawatirkan rencana Zionis terhadap kota Al-Quds yang sedang berjalan untuk menguasai Masjid Al-Aqsha dan membaginya sebagaimana terjadi pada masjid Hebron.

Namun pemerintah menegaskan, rencana ini tidak akan berhasil bila kita melindunginya. Masjid Al-Aqsha adalah garis merah, dibawahnya terdapat ruh kaum muslimin sedunia.

Dalam sidang kebinet pekanan Senin (6/10) pemerintah Haneya mengungkapkan, kecaman ataupun kutukan selama ini belum menyentuh aksi Zionis di Al-Quds. Kota tersebut berada dalam bahaya sebenarnya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah nyata untuk menghentikan rencana mereka. Termasuk di dalamnya respon sejumlah pemimpin Arab dan Islam untuk menjawab seruan syaikh Yusuf Al-Qordhowi agar menjadikan hari Jum’at besok sebagai hari kemarahan demi melindungi al-Aqsha dan melaksanakan tanggung jawab terhadapnya.

Di sisi lain, pemerintah Haneya mengecam dengan sangat tindakan yang diambil pemerintah Ramallah yang melarang aksi demonstrasi di Al-Quds. Kebijakan tersebut merupakan dukungan nyata kepada Zionis dalam pembantaianya terhadap warga Al-Quds. Disamping sebuah pelanggaran besar terhadap kebebasan mengemukakan pendapat yang dijamin oleh semua undang-undang internasional. Apalagi menghalangi kebebasan rakyat yang berkaitan dengan masalah nasionalisme yang tidak ada kaitanya sama sekali konflik politik selama ini.

Dalam bahasa lain, pemerintah Palestina menganggap apa yang telah ditempuh pemerintah Ramallah terhadap laporan Goldstone inkonstitusional dan menunjukan keberpihakanya pada Zionis yang memusuhi rakyat Palestina. Pemerintah Ramallah telah menutupi kejahatan Zionis dan agresinya ke Gaza.

Dalam pada itu, pemerintah menghimbau dunia Arab dan Islam untuk mencari solusi atas krisis tersebut dan bekerja semaksimal mungkin untuk mengajukan para pemimpin Zionis ke mahkamah internasional.

Adapaun terkait dengan pembebasan sebagian tawanan wanita Palestina dari penjara Israel, setelah pihak Zionis mendapatkan secuil informasi tentang kondisi Giladh Shalit, pemerintah mengungkapkan penghargaanya kepada faksi-faksi yang telah berhasil memaksa penjajah Zionis menempuh cara ini. Pemerintah pun mengucapkan selamat kepada para tawanan wanita yang baru bebas tersebut. Ia menegaskan, masalah tawanan akan tetap menjadi prioritas utama kerja pemerintah dengan segala aktivitas politiknya.

Tak lupa pemerintah mengucapkan terima kasih kepada pihak Mesir dan Jerman yang telah berhasil menghantarkan transaksi pertukaran ini dengan Palestina. (asy)

BANGKITLAH WAHAI UMMAH KU!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s